Kamar Tidur Nyaman dengan Warna Coklat

Podomoropark Bandung

Kamar tidur itu tempat yang privasi banget nan spesial, karena kita bisa beristirahat, mengeluh, mengaduh, berdoa setelah menjalani kehidupan. Warna natural dan netral akan menjadi pilihan yang tepat untuk menghiasi suasana ruang.

Coklat! Sebagai warna natural bakal memberikan semacam daya magis yang menghipnotis suasana kamar menjadi lebih syahdu. Terutama untuk desain interior kamar kita. Warna coklat juga netral, memberi kesan warna tanah dan seolah kita menyatu dengan alam. Bisa dibayangkan kan sewaktu kecil bermain di tanah, berguling-guling dengan riang gembira. Nah!

Bagaimana penerapan warna coklat berikut warna gradasinya di kamar kita. Yuk simak satu per satu.

Lanjutkan membaca “Kamar Tidur Nyaman dengan Warna Coklat”

10 Parkiran Mobil Terkeren Se-dunia

10 Parkiran Mobil Terkeren Se-antero Jagad

Halaman parkir mobil merupakan bangunan yang kurang mendapatkan perhatian dan umumnya dibangun tanpa rancangan yang terperinci. Untuk arsitektur, ini bukan hal yang sulit untuk memadukan antara kondisi bangunan dan alam di sekitarnya.

Namun, jika didirikan dengan rancang bangun yang indah, tempat parkir dapat terlihat lebih menawan. Dikutip dari Kompas.com,  situs parkir bandara Looking4.com kembali mengeluarkan penghargaan untuk lahan parkir mobil paling keren di dunia.

Penghargaan itu pertama kali diberikan pada tahun 2013 untuk area parkir yang menyajikan bangunan paling inovatif dari seluruh dunia.  Berikut adalah daftar 10 bangunan yang layak mendapatkan penghargaan itu:

Lanjutkan membaca “10 Parkiran Mobil Terkeren Se-dunia”

5 Gedung Dari Kayu Paling Tinggi Di Dunia

5 Gedung Dari Kayu Paling Tinggi Di Dunia

Teknologi memodernisasi bahan kayu menjadi bahan olahan. Glulam dan CLT misalnya, banyak digunakan dalam pembangunan. Glulam (Glued Laminated Timber)  adalah salah satu jenis kayu komposit yang terdiri dari susunan lapisan kayu yang direkatkan satu sama lain. Sedangkan CLT (Cross-Laminated Timber) merupakan panel kayu yang terbuat dari beberapa lapisan kayu. Setiap lapisan merupakan kumpulan dari kayu gergaji padat yang direkatkan. Khususnya penggunaan CLT sebagai bahan baku pembuatan bukan tanpa alasan. Material CLT lebih ringan 30 persen ketimbang semen atau baja pada umumnya.

Lanjutkan membaca “5 Gedung Dari Kayu Paling Tinggi Di Dunia”

Millennial Gak Bisa Punya Rumah Itu Cuma Gosip!

Millennial Gak Bisa Punya Rumah Itu Cuma Gosip!

Usia Millennial berkisar 20-30 tahunan dan sebenarnya tidak mustahil untuk bisa memiliki rumah. Mereka punya penghasilan. Tak sedikit yang besar. Maka tak salah bila mulai usia dini segera memiliki rumah atau properti sebagai tempat tinggal.

Namun prediksi yang banyak muncul belakangan adalah milenial tidak mampu beli rumah atau apartemen. Mungkin hal ini disebabkan oleh gaya hidup yang tinggi. Misalnya tren fashion dan teknologi membuat banyak milenial menggunakan brand yang keren dan pada akhirnya lupa pentingnya investasi di properti atau membeli properti untuk dihuni.

Sebagai milenial, kita wajib mulai menyisihkan penghasilan untuk menabung uang muka dan cicilan. Coba disiplin menyisihkan 30% hingga 50% dari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pokok properti. Setidaknya kita akan belajar disiplin menyisihkan penghasilan sebelum benar-benar membeli atau berinvestasi di properti.

Untuk bisa menyisihkan 30%-50% penghasilan, mulailah berhemat untuk pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Mulai membeli sesuatu karena fungsinya bukan karena gengsinya.

Selain itu, meski properti adalah kebutuhan pokok dan investasi yang terbaik, tapi bukannya tidak mengandung resiko. Maka milenial wajib paham tentang resiko investasi properti. Yang paling gampang untuk meminimalisir resiko adalah dengan memilih developer yang punya reputasi bagus. Bila perlu, milenial juga mencermati izin pembangunan dan hal-hal yang terkait dengan properti yang akan dibeli. Dengan demikian potensi kerugian investasi di properti dapat kita minimalisir. 

Memiliki properti menjadi hal yang kerap terlupakan ketika masih muda, terutama kalangan millenial yang cenderung memilih gaya hidup yang tinggi ketimbang membeli properti. Mulailah ubah pikiran tersebut, sebab properti menjadi salah satu bentuk investasi yang sangat penting. Beli dan jadikan investasi properti sebagai prioritas sejak muda. Dengan begitu, kelak investasi ini akan menghasilkan dan memberi manfaat maksimal di keuangan di masa mendatang.

Sumber : https://reginarealty.co.id/millennial-gak-bisa-punya-rumah-itu-cuma-gosip/

Tak Cocok Beli Rumah Jadi, Sebaiknya Beli Tanah dan Bangun Sendiri

Tak Cocok Beli Rumah Jadi, Sebaiknya Beli Tanah dan Bangun Sendiri

Siapa sih yang tak ingin punya rumah sendiri. Entah itu beli atau Bangun sendiri. Untuk itu banyak dari Anda yang hunting rumah melalui pameran dan iklan-iklan rumah dijual di marketplace atau koran. Tapi ternyata tak semua yang ditawarkan bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan Anda. Apalagi membeli rumah adalah keputusan yang besar dan menggunakan dana yang besar pula.

Di sini cocok lokasi, tapi kamarnya kurang. Di sana rumahnya ok, tapi lingkungannya kurang cocok. Di sebelah lain tanahnya cocok, tapi rumahnya harus renovasi banyak. Di sebelah lainnya semua cocok tapi legalitasnya diragukan.

Lanjutkan membaca “Tak Cocok Beli Rumah Jadi, Sebaiknya Beli Tanah dan Bangun Sendiri”

Baca Dulu Agar Tak Perlu Galau Lagi Mau Pilih Rumah atau Apartemen

Makin banyak dan beragam pilihan hunian yang bisa anda dapatkan. Kini masyarakat memiliki banyak pilihan hunian yang sesuai dengan dana yang dimiliki dan lokasi yang diinginkan.

Meski demikian, banyaknya ragam pilihan hunian yang semakin variatif ini, ada banyak orang yang masih kebingungan untuk menentukan hunian yang tepat.

Seperti misalnya memilih rumah tapak dan apartemen. Kedua tipe hunian tersebut, memiliki keuntungan masing-masing dan juga kelemahan yang harus anda perhatikan. Misalnya hak dan kewajiban yang berkaitan dengan apartemen dan rumah konvensional itu memiliki perbedaan.

Ada pula perbedaan antara rumah tapak dan rumah vertikal yang akan menambah atau mengurangi daya tarik masing-masing tipe hunian tersebut. Seperti apa perbedaannya? Berikut ulasan selengkapnya. 

Status tanah

Pada rumah tapak, status tanah yang berlaku adalah milik pribadi dan bisa diperjualbelikan. Apartemen meski dapat diperjualbelikan juga, namun hak atas tanahnya atas satuan rumah susun. Pada umumnya status apartemen ini merupakan HGB yang memiliki jangka waktu tertentu seperti misalnya 30 hingga 50 tahun.

Status dari kepemilikan bangunan

Kalau kepemilkan bangunan, apartemen maupun rumah sama-sama memiliki bangunan. (Ya iya lah, kan untuk tempat tinggal). Namun karena  rumah susun atau apartemen berdiri di atas tanah yang dimiliki bersama-sama. Sedangkan rumah tapak berdiri di atas tanah sendiri.

Biaya untuk perawatannya

Di segi biaya, rumah tapak bisa lebih hemat. Pasalnya, penghuninya tidak harus mengeluarkan banyak biaya, seperti biaya keamanan, kebersihan, dan lain sebagainya. Selain itu, biaya listrik dan air bisa lebih murah karena masuk kategori rumah standar. Meski begitu, rumah tapak juga perlu biaya perawatan lainnya tiap tahun, seperti pengecatan eksterior, atap bocor, dan masalah lainnya.

Bagi yang tinggal di apartemen, penghuninya harus mengeluarkan biaya ekstra. Adanya tambahan-tambahan biaya itu, misalnya service charge, sinking fund, dan biaya listrik serta air bisa jauh lebih mahal.

Biaya-biaya perawatan dari apartemen itu tentunya bisa ditanggung bersama oleh penghuni unitnya. Adanya kerusakan yang biasa ditemui di rumah tapak seperti genteng bocor dan arus pendek tentu tidak akan ditemui di apartemen. Kebakaran yang diakibatkan arus pendek pun juga jarang terjadi karena kabel ditanam di dalam pipa.

Proses renovasi bangunan

Penghuni rumah tapak bisa bebas jika ingin melakukan renovasi fisik. Para pemilik rumah tapak juga bebas untuk melakukan dekorasi serta aktivitas-aktivitas hobi lainnya yang perlu dilakukan.

Bila anda tinggal di apartemen, maka tidak bisa bebas melakukan renovasi. Bahkan beberapa pengelola juga ada yang memberikan tambahan biaya ketika penghuninya akan merenovasi unitnya.

Pilihan investasi

Dengan meningkatnya harga jual rumah, tentunya kepemilikannya ini cocok untuk investasi jangka panjang. Hal ini dikarenakan harga tanah dan rumah setia tahunnya selalu mengalami kenaikan sesuai dengan inflasi yang terjadi.

Sumber : https://reginarealty.co.id/baca-dulu-agar-tak-perlu-galau-lagi-mau-pilih-rumah-atau-apartemen/

Mau Bangun Rumah Yang Aman Dari Gempa? Ini Panduannya

Mau Bangun Rumah Yang Aman Dari Gempa? Ini Panduannya

Gempa yang terjadi beberapa waktu lalu di Jogja, Padang, Lombok dan Palu serta daerah lainnya telah membuat banyak kerusakan. Salah satunya dikarenakan faktor bangunan yang kurang memenuhi standar tingkat aman bila terjadi gempa bumi. Maka perlu disosialisasikan tentang bagaimana membangun rumah yang tahan gempa. Meski demikian, pada level tertentu kekuatan gempa, kerusakan adalah hal yang tak bisa kita hindari.

Pemerintah melalui Direktorat Jendreral Karya Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum bersama dengan Japan International Cooperation Agency (JIKA) menerbitkan buku panduan membangun rumah tahan gempa yang berjudul “Persyaratan Pokok Rumah Yang Lebih Aman”. Panduan ini telah digunakan di Yogyakarta, Padang, Bengkulu ketika rekontruksi paska gempa.

Berikut ini panduan membangun rumah tahan gempa berdasar buku panduan “Persyarata Pokok Rumah Yang Lebih Aman”

Bahan Bangunan 

  1. Campuran beton : 1 ember semen, 2 ember pasir, 3 ember kerikil, dan setengah ember air. Ukuran kerikil juga harus diperhatikan. Kerikil yang baik memiliki ukuran maksimum 2 milimeter, dengan gradasi yang baik. Gunakan semen tipe 1. Penambahan air juga dilakukan sedikit demi sedikit, serta disesuaikan agar beton dalam keadaan pulen (tidak encer dan tidak terlalu kental).
  2. Mortar : 1 ember semen, 4 ember pasir, dan air secukupnya
  3. Fondasi: terbuat dari batu kerikil atau batu kali yang keras.
  4. Kayu yang digunakan harus berkualitas baik, keras, berwarna gelap, tidak ada keretakan, dan lurus.

Struktur Utama 

  1. Ukuran minimum fondasi: Jika keadaan tanah cukup keras, fondasi batu dapat dibuat dengan ukuran: Lebar atas: minimal 30 sentimeter Lebar bawah: minimal 60 sentimeter Ketinggian: minimal 60 sentimeter
  2. Balok pengikat/slof Ukuran balok: 15 x 20 sentimeter Tulangan utama: 10 milimeter Tulangan begel: 8 milimeter Jarak tulangan begel: 15 sentimeter Tebal selimut beton: 15 sentimeter
  3. Spesifikasi Kolom Ukuran kolom: 15 x 15 sentimeter Tulangan utama baja: 10 milimeter Tulangan begel baja: 8 milimeter Jarak antar begel: 15 sentimeter Tebal selimut beton dari sisi terluar: 15 milimeter.
  4. Balok Pengikat/Ring Konstruksi balok pengikat/ring

Struktur Atap 

  1. Bingkai ampig: terbuat dari struktur beton bertulang, dengan ukuran 15 x 12 sentimeter.
  2. Ampig terbuat dari susunan bata dengan komposisi adukan 1 semen : 4 pasir, dan diplester.
  3. Pada bagian gunung gunung atau ampig terbuat dari pasangan bata yang diplester. Tulangan utama: 10 milimeter Begel: 8 milimeter Tebal selimut beton 1 sentimeter
  4. Bahan ringan seperti papan dan GRC (Glassfiber Reinforced Cement) dianjurkan untuk meminimalisir dampak jika ampig roboh.

Dinding

  1. Diameter angkur: 10 milimeter, dipasang dengan panjang 40 sentimeter setiap 6 lapis bata.
  2. Dinding dilester dengan perbandingan campuran 1 semen : 4 pasir dengan tebal 2 sentimeter.
  3. Luas area tembok maksimum 9 meter persegi.
  4. Jarak antar kolom maksimum 3 meter.

Pengecoran

  1. Pengecoran Beton Pengecoran kolam dilakukan tiap 1 meter. Pastiken bekisting atau cetakan benar-benar kuat dan rapat. Bekisting dapat dilepas setelah 3 hari. Saat pengecoran, beton dimampatkan dengan tulangan atau bambu agar tidak ada celah
  2. Pengecoran Balok Tulangan dirangkai di atas dinding Bekisting pada balok gantung harus diberi penyangga agar kokoh Bekisting pada balok yang menempel di dinding dapat dilepas setelah 3 hari. Sedangkan pada balok gantung baru bisa dilepas setelah 14 hari.

Sumber : https://reginarealty.co.id/mau-bangun-rumah-yang-aman-dari-gempa-ini-panduannya/

Perabotan Kulit Dirawat Sulit? Itu Cuma Mitos!

Perabotan Kulit Dirawat Sulit? Itu Cuma Mitos!

Rumah yang sudah jadi perlu diisi. Gak mungkin kan rumahnya kosongan. Tentu saja diisi dengan perabotan rumanh tangga. Dari bahan apa saja. Bisa kayu, alumunium atau bahan campuran yang berbalut kulit.

Perabotan kulit kesannya mahal dan eklusif, menjadi dambaan banyak orang. Tapi kita kerap berpikir panjang dengan bahan kulit. Takutnya tidak aman, tidak tahan lama atau terlalu sulit untuk dirawat. Padahal itu cuma mitos! Sehingga kita urungkan niat untuk beli furnitur itu.

Nah untuk menjawab pertanyaan Anda, berikut sejumlah mitos mengenai perabot kulit yang sering menghantui.

Merawat Perabot Kulit Terlalu Sulit

Ini sih cuma mitos aja. Faktanya, perabotan kulit itu sangat mudah dalam perawatan. Anda bisa gunakan lotion atau kondisioner setiap 6 bulan untuk menjaga kelembaban kulit pada perabotan. Tapi jangan sunakan sabun atau deterjen karena cukup keras dan mampu merusak kulit.

Jika terkena noda atau tumpahan, Anda cukup bersihkan dengan kain bersih. Lebih bagus lagi bila dibasahi dengan air hangat dan diamkan perabot hingga kering. Bisa juga menggunakan dry foam dengan memakai sikat khusus untuk melepaskan kotoran yang menempel.

Untuk noda minyak, mentega atau noda lemak, bersihkan perabot dengan kain kering terlebih dahulu. Lalu diamkan karena noda akan menghilang dengan sendirinya.

Perabotan Kulit Takutnya Gak Tahan Lama

Justru perabotan dengan bahan kulit itu tahan lama. Bahkan dapat diwariskan kelak. Karena terbuat dari bahan yang alami, maka semakin lama perabot tersebut, semakin indah pula tampilan kulitnya. Cukup hindari sinar matahari langsung untuk menjaga keawetannya.

Bisa Dingin Banget, Bisa Panas Banget

Selama tidak terpapar oleh sinar matahari langsung, panas dingin yang berlebihan tidak akan terjadi. Berbeda dengan kursi kulit di mobil yang potensial terkena sinar matahari secara langsung. Nah perabotan kulit justru akan membuat tubuh menjadi hangat ketika suhu udara sedang turun dan akan terasa dingin ketika suhu udara sedang panas.

Gampang Rusak Oleh Anak-anak atau Oleh Hewan Peliharaan 

Anak-anak atau hewan peliharaan memang kerap tidak bisa kita kontrol. Mainan atau cakaran hewan bisa merusak kulit. Tapi ada solusinya. Anda bisa Gunakan pelapis polimer pada perabotan kulit Anda. Lapisan ini akan melindungi bahan kulit dari goresan-goresan.

Oke ya, gak perlu risau lagi dengan perabotan kulit ya.

Sumber : https://reginarealty.co.id/perabotan-kulit-dirawat-sulit-itu-cuma-mitos/

Duh, Tembok Mudah Mengelupas. Gimana Nih?

Kelembaban pada dinding dapat membuat cat mengelupas.  Cat dinding yang terkelupas membuat ruangan menjadi kurang cantik, bak bekas jerawat yang berlubang pada wajah. Bikin malu bukan?

Beberapa hal yang membuat dinding menjadi lembab dan mengeluas antara lain disebabkan oleh :

  1. Bisa jadi karena sebelah luar bersebelahan dengan taman, dinding terbuka, talang yang rusak. Sehingga air masuk melalui pori-pori dan dinding menjadi basah.
  2. Tembok yang belum kering terus dilakukan pengecatan dapat mengakibatkan dinding terus lembab.
  3. Pemakaian dempul dan cat dasar yang salah juga turut menjadi penyebab cat mudah mengelupas.
  4. Tembok yang belum dibersihkan dan masih mengandung kotoran, debu, minyak, terus langsung dicat akan membuat daya rekat cat berkurang. 
  5. Jika tembok pernah dicat ulang, maka penyebab lainnya bisa jadi datang karena lapisan pertama cat tidak dikerok terlebih dahulu, sehingga lapisan cat baru mudah terkelupas. 

Untuk memberikan solusi dinding yang mengelupas, maka Anda perlu tau terlebih dahulu penyebabnya. Periksa kebocoran-kebocoran yang mungkin bisa membuat dinding anda lembab. Periksa juga pintu jendela atap dan Anda bisa memastikan tidak ada celah yang memungkinkan air masuk.

Setelah dilakukan perbaikan, maka saatnya dilakukan pengecatan ulang. Namun sebelum dicat ulang, lapisan cat dikerok terlebih dahulu dan diamplas agar dinding menjadi rata. 

Lakukan pembersihan rutin pada dinding-dinding Anda agar terlihat bersih setidaknya sebulan sekali. Sedangkan pada tempat-tempat yang kerap ada noda kotor, sebaiknya lakukan pengecatan ulang secara periodik, baik 2 tahun sekali atau 3 tahun sekali.

Waktu yang tepat untuk membersihkan dinding adalah dua minggu setelah proses pengecatan selesai. Pada saat ini, tembok sudah kering sepenuhnya. Namun, masih meninggalkan beberapa noda dan kotoran sisa pengecatan. 

Pembersihan rutin akan membuat dinding menjadi terlihat lebih bersih. Sebaiknya bersihkan dinding satu bulan sekali. Sementara untuk membersihkan dinding, Anda dapat menggunakan campuran satu sendok teh deterjen pembersih ke dalam satu liter air. 

Demikian juga untuk dinding-dinding yang terpapar langsung oleh matahari. Warna cat akan cepat pudar karena paparan matahari. Sebaiknya juga dilakukan peremajaan cat dalam periode waktu tertentu.

Sumber : https://reginarealty.co.id/duh-tembok-mudah-mengelupas-gimana-nih/